Mercy Tulaseket
Ilmu Keperawatan 🧑🏻⚕️
Universitas Indonesia
Lilibooi, Maluku Tengah
Mercy memiliki cita-cita menjadi seorang perawat, terinspirasi dari pengalaman pribadi dan keluarganya dalam menghadapi kesulitan hidup. Ketika adiknya sakit selama lebih dari satu tahun, keluarganya menghadapi tantangan berat akibat mahalnya biaya pengobatan dan transportasi. Namun, melalui doa dan pertolongan tenaga medis yang penuh kasih, adiknya mendapatkan perawatan yang baik. Pengalaman lain ketika seorang perawat dengan tulus membantunya mengurus pemeriksaan kesehatan semakin menguatkan tekad Mercy untuk menekuni bidang keperawatan. Mercy bercita-cita melayani masyarakat melalui rumah sakit, puskesmas, maupun pelayanan kesehatan di rumah. Ia juga ingin memberikan penyuluhan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia, serta membantu mereka yang kesulitan membiayai pengobatan.
Jiwa kepemimpinan Mercy terlihat ketika ia menjabat sebagai ketua OSIS. Ia belajar menghadapi siswa yang sulit diatur melalui pendekatan pribadi, kesabaran, dan komunikasi. Dalam kegiatan kelompok, Mercy juga menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab, bahkan ketika harus menghadapi kritik. Perjalanan hidup Mercy tidaklah mudah. Sejak kecil, ia menyaksikan konflik keluarga hingga kehilangan ayahnya saat berusia 13 tahun. Namun, melalui doa dan keteguhan iman, Mercy belajar untuk tetap bersabar, mengampuni, dan tidak menyerah.
Dengan tekad untuk belajar sungguh-sungguh, ia berharap dapat menjadi perawat yang penuh kasih, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan menjadi berkat bagi sesama.
