Febyola Simamora – 2025 Scholar

Febyola Simamora

Kedokteran Gigi 🦷

Universitas Diponegoro

Sidikalang, Sumatra Utara

Sejak SMP, Febyola bercita-cita menjadi dokter gigi karena ingin membantu orang lain memperoleh kembali kepercayaan diri melalui senyuman yang sehat. Sebagai anak seorang petani, ia juga ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan kesuksesan. Meskipun kondisi keuangan keluarga sempat membuatnya ragu, dukungan orang tua, guru, dan imannya kepada Tuhan menguatkan tekadnya untuk memilih Program Studi Kedokteran Gigi di Universitas Diponegoro. Ia berhasil diterima melalui jalur SNBP dan berhasil menerima beasiswa Indonesian Leadership Foundation (ILF) , sehingga dapat meringankan beban keluarganya sekaligus membantunya mengembangkan potensi diri.

Dalam kepemimpinan, ia pernah mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin kelas dan berhasil menjaga ketertiban melalui komunikasi yang tegas namun tetap santun. Prinsip ini dipelajarinya dari sang ibu, sosok panutan yang mengajarkannya bahwa pemimpin yang baik tidak harus menggunakan kekerasan atau kata-kata kasar, melainkan mampu membimbing orang lain dengan bijaksana. Kehidupan rohaninya dibentuk melalui keluarga dan gereja di Sidikalang. Ia menyadari masih menghadapi tantangan dalam menjaga kedisiplinan rohani, tetapi terus berupaya bertumbuh dalam iman.

Melalui pendidikan kedokteran gigi, ia berharap dapat menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memberikan pelayanan dan dampak positif bagi masyarakat.

Keren Napitupulu – 2025 Scholar

Keren Napitulu

Akunting 🧾

Universitas Lampung

Bandar Lampung, Lampung

Sejak kecil, Keren belajar mengelola keuangan dan membuat pembukuan dari Ibu, yang dahulu menjalankan usaha keluarga. Namun, setelah orang tuanya bercerai, usaha keluarga mengalami kemunduran dan menghadapi kesulitan ekonomi. Pengalaman tersebut justru menumbuhkan minatnya pada akuntansi dan cita-cita menjadi akuntan profesional atau auditor. Puji Tuhan, pada Maret 2025, ia diterima di Program Studi S1 Akuntansi Universitas Lampung. Dia bertekad meraih IPK minimal 3,5, aktif dalam organisasi, serta mengembangkan media sosial untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang literasi keuangan, pembukuan sederhana, dan bahaya pinjaman serta judi online.

Salah satu pengalaman kepemimpinan paling berkesan adalah ketika ia memimpin proyek pembuatan film sejarah bersama 32 teman sekelas. Awalnya, hanya tujuh orang yang bersedia berpartisipasi. Namun, melalui pendekatan pribadi, kerja sama, dan ketekunan, ia berhasil menyelesaikan proyek tersebut. Pengalaman ini mengajarkan bahwa pemimpin sejati bukanlah seseorang yang selalu berhasil mencapai kesempurnaan, melainkan yang tidak menyerah dan mampu merangkul orang lain. Dalam kepemimpinan, Keren terinspirasi oleh kisah Musa yang tetap setia memimpin dan mendoakan bangsanya meskipun menghadapi banyak tantangan. Iman Kristen juga menjadi fondasi kehidupannya. Dia belajar menerapkan kasih, pengampunan, tanggung jawab, dan ketekunan dalam kehidupan sehari-harinya.

Ia berharap dapat berkembang menjadi akuntan yang berintegritas, pemimpin yang tangguh, dan pribadi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.